MAHKOTA
Oleh:
Nurlia@LhiieMIL
“Kim tan” kata
seseorang sambil duduk di depan kursi Kim tan.
“Di hari kim tan pergi ke luar negeri,
perpisahan yang diucapkan kakaknya begitu sederhana, singkat dan jujur,”
begitulah yang ada diangan-angan Kim tan. Teringat masa lalu saat dia akan
pergi ke Korea kakaknya berkata “Belajar? Tak perlu susah payah. Bahasa inggris? Jika
menyebalkan, jangan lakukan. Hidup saja seperti yang kau inginkan, tak perlu
khawatir bahkan berpikir. Biasanya itulah yang dilakukan oleh pewaris kaya.
Daripada memiliki impian. Dan jika memungkinkan, jangan kembali lagi”
“Saat itulah aku sadar bahawa aku datang ke Korea bukan untuk belajar,
melainkan dibuang. Dan juga kakak akan mengambil semua hal yang akan hilang
dariku suatu saat nanti.” Itulah pikiran kim tan sekarang ini sambil terus
menikmati tehnya.
“mau tambah?” kata
seorang pelayan seksi yang ada di caffe itu. Kim tan segera menyodorkan
gelasnya.
“ kamu tidak
menyalahkan mereka? kakakmu yang membencimu, ibumu yang melahirkanmu, dan
ayahmu yang tidak pernah berpihak kepadamu.”
Kata teman kim tan yang tepat berada di depannya.
“hm” begitulah kata kim
tan sambil terus memandang ke luar jendela memandangi orang-orang yang sedang
menikmati pantai.
“Untuk menyalahkan seseorang, aku terlalu malas” kata kim tan dalam
hatinya
Tiba-tiba kim tan
melihat seorang gadis dengan kopernya menangis karena melihat pelayan seksi
yang menyodorkannya teh menggoda segerombolan lelaki. Ternyata pelayan seksi itu
melihat gadis malang itu.
“Kenapa disini” ucap
pelayan itu sambil memeriksa koper adiknya
“kakak tidak kuliah?”
kata eu san sambil memegang tangan kakaknya.
“kuliah? Aku Cuma butuh
uang” kata kakak Eu san sambil mengambil uang yang ada di koper Eu san.
“kak, Cuma itu yang aku
punya” kata Eu san dengan tangis yang begitu tragis memohon.
Tapi kakaknya tidak
peduli. Ia bahkan dia berlari menjauh dari eu san. Eu san ingin mengejar tapi
kopernya telah berantakan di tengah jalan karena telah digeledah oleh kakaknya.
Tanpa sengaja air mata Kim
tan jatuh. Ia pun segera menolong Eu san.
“mau ke mana ?” Tanya Kim
tan prihatin.
Eu san segera
memberikan alamat kakaknya yang telah lama dia simpan. Kim tan pun mengantarnya
ke alamat itu. Walaupun sebenarnya kim tan masih khawatir tentang eu san.
Setelah sampai ke alamat kakaknya, Eu san turun dari mobil Kim tan dan
mengambil barang-barangnya. Eu san menuju rumah yang tampaknya tak berpenghuni
itu. Mengetuk pintu dan memanggil kakaknya tapi tak ada suara sedikitpun di rumah
itu. Eu san memandang kearah jalan ternyata di sana masih ada Kim tan yang
melihat tingkahnya itu.
“mungkin dia sedang
pergi sebentar. Dia pasti akan datang sebentar lagi” kata Eu san sedikit gugup
dengan ucapannya.
“hmm” kata Kim tan dan
segera meninggalkan eu san.
Eu san sudah lama
menunggu tapi kakaknya tak datang. Tiba-tiba segerombol preman menghampiri
walau hanya menyapa.
“haaiii gadis manis.”
Kata seorang preman bertato itu.
Tapi ternyata hari itu
keberuntungan Eu san karena preman langsung meninggalkannya. Eu san merasa
bosan harus menunggu, kini iapun berjalan ke luar dari rumah itu. Tiba-tiba
mobil merah yang taka asing bagi Eu san melejit ke sampingnya.
“mau ikut ke rumahku?” tanya
Kim tan kepada Eu san.
“hah? Tidak, tidak
usah” tolak Eu san
“kamu yakin disini aman
untuk seorang gadis seperti kamu?” Tanya Kim tan cuek.
“kamu yakin di rumahmu
lebih aman daripada disini?” Tanya Eu san sebelum menjawab pertanyaan Kim tan.
Kim tan pun menarik
tangan Eu san naik ke mobil dan membawanya ke rumahnya. Setelah sampai, eu san
benar-beanar kaget Karena rumah Kim tan begitu mewah, besar, dan luas untuk
ditempati oleh seorang Kim tan saja.
“kamarmu ada disana”
kata Kim tan sambil menunjuk ke arah salah satu kamar.
Eu san segera menuju ke
kamarnya. Tak lupa dia menggantungkan sebuah jaring tepat di jendela. Sebuah jaring yang ia
yakini dapat menangkap semua mimpi buruk dan hanya menyisakan mimpi indah saja.
Eu san tingga di rumah Eu
san dalam beberapa hari dan sudah menorehkan begitu banyak kenangan di antara
mereka. Di mulai dari ke pantai bersama, ke California bersama, membeli baju
dengan motif yang sama “I love california”, nonton film kesukaan eu san,
dikejar preman, dan melihat Hollywood bersama dari kejauhan.
“Hollywood itu indah.
Terlihat dekat tapi sebenarnya sangat jauh untuk ke sana” kata Eu san tiba-
tiba saat melihat Hollywood dari kejauhan.
“hmm, begitulah
kebahagiaan tapi membutuhkan kesabaran untuk mecapai keindahan itu” kata Kim
tan sambil memegang tangan eu san. Tapi Eu san segera melepas pegangan itu.
Kini tiba saatnya Eu
san harus kembali ke Indonesia. Walau berat melangkahkan kakinya ke bandara
tapi dia tak bisa terus-terusan berada di korea sementara ibunya sangat
menderita dengan pekerjaannya yang selalu dimarahi oleh majikannya. Sebagai
ucapan terima kasih Eu san terhadap Kim tan dia memberikan jaring-jaringnya.
Sebuah jaring yang akan menangkap semua mimpi buruk dan hanya akan menyisakan
mimpi indah saja.
Setelah sampai di
Indonesia, ternyata ibunya pindah ke rumah majikannya karena dia tidak bisa
melunasi hutangnya. Eu san pun juga pindah ke rumah majikan ibunya.
“ibu”, manja eu san
kepada ibunya dan air matanya kini menetes.
“hmm? Ayo ke kamar nak”
begitulah kata ibunya yang ditulis di dalam buku kecilnya yang selalu setia
menemaninya sudah seperti sebuah mulutnya. Ibunya lalu memeluk Eu san.
Eu san pun segera
memasuki kamar pembantu yang ada di ruang paling belakang rumah mewah itu.
Kemudian Eu san segera membantu ibunya yang sedang bekerja.
“ahjumma” teriak
majikan ibu Eu san
“maaf tuan, ibu saya
ada di belakang mencuci pakaian,”kata Eu san sambil menunduk.
“oh? Ambil anggur di
gudang samping,” kata majikan ibu Eu san cuek.
Eu san segera ke gudang
belakang untuk mengambil anggur di dalam perjalanannya ke gudang air matanya
tiba-tiba menetes karena mengingat kim tan. Kim tan yang sudah menjadi bagian
dari hidupnya. Kim tan yang telah menjadi mimpi indahnya selama ini tapi, kini
eu san harus menerima kenyataan yang ada yakni hanya harus menerima kenyataan
yang terjadi. Eu san sadar bahwa dia hanyalah seorang anak pembantu yang ingin
memiliki mimpi indah walau itu tidak akan dia dapatkan.
Kim tan akhirnya
mengalah dan ingin kembali ke Indonesia karena dia sangat merindukan
keluarganya. Ibunya yang melahirkannya, ayahnya yang tak pernah berpihak
kepadanya, dan kakaknya yang tidak pernah berhenti membencinya. Sesempainya di
rumah ternyata ayahnya tidak begitu benci dengannya lagi karena ayahnya
betul-betul merindukan Kim tan.
“kenapa kamu kembali?” kata kakak Kim tan sedikit marah.
“aku kembali bukan
untuk mengambil saham yang kamu punya, tapi aku kangen sama kakak, ibu, dan
ayah,” tegas Kim tan menahan tangisnya.
“Kapan kamu kembali ke
Korea? Ini bukan tempatmu,” bentak kakak Kim tan yang cuek.
“kenapa kakak begitu
membenciku? Apa aku salah kalau aku merindukan sebuah keluarga? Apakah anak
haram tidak pantas merindukan keluarganya?” kata Kim tan yang kini meneteskan
air matanya.
Perkataan Kim tan tidak
dipedulikan oleh kakaknya. Bahkan kakaknya malah pergi meninggalkan Kim tan dan
membanting pintu. Kim tan sendiri bingung kenapa dia harus dibenci oleh
kakaknya yang dia sayangi itu. Tiba-tiba Kim tan melihat seseorang dengan
rambut panjang melaluinya. Dia bahkan tidak tau siapa orang yang tinggal di
rumahnya sendiri. Ia pun segera ke kamar ibunya untuk menanyakan seorang gadis
misterius itu.
“ibu, di rumah kita ada
hantunya yah?” Tanya Kim tan seperti orang yang sedang menakuti ibunya sendiri.
“hah ? hantu ? ada
hantu yah? Di mana ?” kata ibunya juga kaget denga apa yang dikatakan oleh Kim
tan anak yang dia sayangi itu.
“Di dapur, dia seorang
gadis yang berambut panjang. Jangan-jangan ibu pelihara kuntil yah?” Tanya Kim
tan sambil tertawa.
“oh itu, itu anaknya
ahjumma. Dia baru pindah ke sini karena rumahnya disita karena ibunya memiliki
banyak hutang yang belum dia lunasi,” kata ibunya menjelaskan kepada anaknya
itu.
“namanya siapa?” Tanya
Kim tan sambil mengerutka dahinya.
“kalau tidak salah
namanya, euu…..ss..ssann yaa eu san,” kata ibunya cuek
“hah jangan-jangan dia adalah eu sanku eu san yang selama ini kucari”
kata Kim tan dalam hatinya.
“ok, aku ke kamar bu,”
kata Kim tan sambil memeluk ibunya sebelum ke kamarnya.
Kim tan benar-benar
penasaran dengan eu san yang dia sayangi dengan anak pembantu yang ada di
rumahnya. Tanpa piker panjang, Kim tan lalu mengambil ponselnya dan menghubungi
eu san melalui jejaring facebook.
Kim
tan : lagi dimana hidung pesek?
Eu
san : kenapa?
Kim
tan : kangen pesek
Eu
san : :p
Kim
tan : kerja apa?
Eu
san : minum
Tanpa pikir panjang,
Kim tan menuju ruang makan dengan sangat hati-hati dia ingin mengintip ke dalam
ruangan itu. Dengan perasaan yang sangat penasaran dan sangat ingin tau
kebenaran dia perlahan-lahan membuka pintu ruang makan itu. Jantung Kim tan
seakan berhenti berdetak sejenak, nadinyapun seakan tak bisa berdenyut maksimal, begitu melemah. Ternyata inilah akhirnya
sejuta Tanya yang ada di otaknya akan terjawab sudah. Jika memang itu adalah Eu
san yang dia suka maka dia akan sangat senang, sebaliknya jika memang itu bukan
Eu san maka dia akan sedikit kecewa karena selama ini dia berusaha mencari
keberadaan. Dengan sedikit rasa kepercayaan, ternyata Eu san itu betul Eu san yang dia sayangi dan dia cari ke
mana-mana. Melihat itu adalah Eu san, Kim tan hanya bisa tersenyum melihatnya.
Eu san kini tinggal di
rumah Kim tan meski Eu san tidak tau bahwa Kim tan adalah anak kedua keluarga
perusahaan Tejuk. Karena kebaikan ayah Kim tan, Eu san sekolah di sekolah yang
sangat diimpikan oleh banyak orang dan sekolah itu menjadi sekolah favorite
meski hanya golongan orang kaya yang sekolah di sekolah itu. Akan tetapi yang
membuat Eu san senang karena sahabat karibnya juga bersekolah di sekolah itu.
“Eu san?” kata Young
kepada Eu san sambil tersenyum.
“hm, aku sangat senang
bisa bertemu kamu unyu” kata Eu san sambil meledek Young.
Tiba-tiba seorang gadis
cantik dengan tatapan ke depan layaknya model berjalan di depan mereka. Wanita
itu berjalan sambil menatap eu san dan young dengan sinis.
“sst, siapa?” Tanya Eu
san kepada Young.
“oh, dia tunangannya
Kim tan” jawab Young santai.
“Kim tan?” gugup Eu san
“yah Kim tan, yang memiliki sekolah ini dan putra kedua perusahaan Tejuk” jawab Young santai.
“yah Kim tan, yang memiliki sekolah ini dan putra kedua perusahaan Tejuk” jawab Young santai.
Eu san sangat
penasaran, Kim tan siapa yang Young maksud. Apakah Kim tan yang menjadi mimpi
indahnya atau Kim tan yang lain. Eu san pun teringat tentang kedatangan putra
kedua majikan ibunya baru-baru ini. Eu san bahkan belum pernah melihat secara
langsung seperti apa wajah putra kedua majikan ibunya. Tanpa pikir panjang dia
segera pulang ke rumahnya.
Saat perjalanan ke
gudang anggur,tiba-tiba ada pesan dari Kim tan:
“lihat ke atas”
Ternyata atas yang Kim tan maksud adalah
kamarnya,. Di kamar itu ternyata masih tergantung jaring yang Eu san berikan
kepadanya. Sebuah jaring yang akan menangkap semua mimpi buruk dan hanya
menyisikan mimpi indah saja. Pikiran Eu san pun melayang.ntiba-tiba dia
dikagetkan oleh seseorang yang memeluknya dari belakang. Eu san berbalik hendak
melihat orang itu. Ternyata dia adalah mimpi indahnya. Mimpi yang selalu menjadikannya
bersemangat dalam bekerja dan belajar. Eu san bahkan tak mampu mengedipkan
matanya.
“Eu san? Bagaimana
kabar kamu?” kata Kim tan memeluk Eu san.
Eu san tidak bisa
berkata-kata. Eu san justru memilih untuk menjauh dari Kim tan.
“Eu san, berhenti”
tegas Kim tan.
Eu san pun berhenti
sejenak.
“Eu san,
munngkinkah…aku..Kim tan ini merindukanmu?” Tanya Kim tan kepada Eu san yang
menbuat jantung Eu san berdegup kencang.
Bahkan Eu san masih
tidak dapat mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya. Eu san hanya mampu
menjawab pertanyaan itu dengan sebuah pelukan yang begitu berat. Kim tan hanya
bisa tersenyum dengan tingkah Eu san yang lucu itu.
“kamu putra kedua?”
cetus Eu san tiba-tiba
“ya, kamu tidak
marahkan?” canda Kim tan
“tidak mancung, tapi
kita harus merahasiakan kedekatan kita ini. Ya?” rintih Eu san.
“aku akan
memberitauhukan mereka bahwa kamu adalah orang yang kusayangi. Maukan?”kata Kim
tan penuh senyum.
“kamu siapanya aku
coba?” kata Eu san sedikit meragukan hubungan yang sebenarnya ang dia jalani
dengan Kim tan.
“kamu pacarku, kalau
menganggap bukan maka mala mini kita resmi berpacaran. Iya?” kata Kim tan
mengerutkan dahinya.
“tunangan kamu?”Tanya
Eu san tiba-tiba serius
Kim tan lalu
menjelaskan tentang pertunangannya dengan Rachel. Pertunangan yang diadakan
hanya karena ingin memiliki saham yang sangat banyak dan mengalahkan saham
perusahaan lainnya. Tapi Kim tan tak menginginkan pertunangan yang tidak
didasari oleh cinta. Eu san mengerti dengan penjelasan Kim tan. Setelah
keduanya berbincng-bincang, mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing.
Lambat laun, hubungan
special antara Eu san dan Kim tan diketahui oleh ayahnya. Ayahnyapun sangat
murka dan sangat kecewa dengan Eu san karena dia telah menfasilitasi Eu san
selama sekolah. Namun,ayah Kim tan merasa dikhianati oleh anak pembantunya itu.
Akhirnnya, dia memanggil Eu san keruangannya.
“Eu san, kenapa kamu
mengkhianatiku?” tegas ayah Kim tan.
“aa..aku tidak
menghianati tuanku. Maaf tuan” kata Eu san dengan nada suara yang sangat gugup.
“dasar tidak tau terima kasih!” tukas ayah Kim tan
begitu kejam.
“maaf tuan, rasa
ituu..”
“tidak usah menjelaskan
hal yang tidak penting. Kenapa kamu membiarka rasa itu tumbuh. Kenapa Eu san?”
tegas ayah Kim tan begitu keras.
“maaf tuan, saya akan
berusaha untuk mengubah sikap saya terhadap tuan muda” rintih Eu san sambil
menetaskan air matanya.
“yaa sudah keluar,
sekarang kuberi pilihan, pilih sekolah di luar negeri atau kamu dan ibumu akan
kupecat dan kalian hidup dijalanan” kata ayah Kim tan
“pilihan itu sangatt…”
“keluar sekarang Eu san,” tegas ayah Kim tan menbuat Eu san segera ke luar dari ruangan yang membuatnya sangat sakit hati.
“keluar sekarang Eu san,” tegas ayah Kim tan menbuat Eu san segera ke luar dari ruangan yang membuatnya sangat sakit hati.
Ketika di sekolah, Eu
san sangat menjaga sikap dengan Kim tan. Hal
ini jelas membuat Kim tan penasaran tantang yang tejadi dengan Eu san.
Kim tan pun menghampirinya di tengah-tengah keramaian di sekolahnya.
“Eu san, kamu baikkan
hari ini?” Tanya Kim tan sambil menarik tangan Eu san.
“tidak usah bicara
denganku lagi Tam. Aku ini hanya anak pembantu yang sangat jauh untuk menjadi
pendamping seorang raja yang begitu istimewa,” kata Eu san yang terus menunduk
tanpa melihat mata Kim tan. Hal itulah yang membuat Kim tan tau yang sebenarnya
terjadi.
“ayah yang membuat kamu
seperti inikan?” Tanya Kim tan sambil menarik tangan Eu san.
“hm, jadi sebaiknya
kamu fokus dengan saham yang akan kamu pimpin,” kata Eu san menahan tangisnya.
“Eu san, hanya seperti
inikah cinta yang kamu miliki untukku? Sekarang ini aku sedang berusaha mencari
cara agar semua yang kuinginkan tercapai. Aku hanya ingin kamu menunggu untuk
waktu itu,” kata Kim tan hangat.
“kita itu bagai
Hollywood. Saat kamu menggenggam tanganku kamu seakan dekat tapi untuk
bersamamu selamanya kamu begitu jauh untuk kumiliki,” tangis Eu san.
“Eu san, aku hanya mau
kamu akan selalu mendukung apapun yang aku lakukan. Menungguku di sana dan
selalu memberiku senyuman yang manis.” Kata Kim tan meyakinkan Eu san.
“tapi aku ini hanya
anak…” Eu san belum sempat melanjutkan kata-katanya , Kim tan meletakkan
telunjuknya ke mulut Eu san.
“untuk semua siswa,
dengarkan saya,” teriak Kim tan membuat semua siswa berkumpul di dekat mereka.
“kamu gila Tan?” kata
Rachel maju ke arah Kim tan.
“aku tidak gila, aku
hanya akan menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi. Aku Kim tan seorang putra
kedua perusahaan Tejuk adalah anak haram mencintai Eu san yang anak pembantu.”
Kata Kim tan begitu percaya diri menjelaskan hal yang sesungguhnya.
Pengakuan Kim tan
membuat seluruh isi sekolah seakan terkena tsunami dan bagai terjadi hujan
meteor. Berita yang sangat heboh itu akhirnya sampai ke telinga ayahnya. Hal
ini membuat ayahnya memutuskan untuk membirakan saham terbesarnya kepada Kim
tan agar perusahaannya melejit sangat cepat dan dikenal banyak orang. Tentu
saja hal itu membuat Won kakak Kim tan begitu murka karena keputusan ayahnya.
Dia pun memutuskan untuk mendatangi Kim tan.
“kamu puas anak haram?”
kata Won kepada adiknya
“kenapa kakak
membenciku? Kenpa kakak tidak pernah mengerti dengan aku?” Tanya Kim tan dalam
tangisnya.
“kamu tidak pernah
dewasa Tam,” cetus kakaknya kasar..
“baik, kalau itu yang
kakak mau saya akan menjadi seorang yang tegas dan dewasa. Awalnya saya ingin
menolak pemberian saham dari ayah. Tapi mendengar kata kakak saya berubah
pikiran sekarang. Saya akan berjuang untuk mempertahankannya. Jadi bersiaplah
untuk menghadiri rapat kakak karena ayah akan memecat kakak sebagai presiden”
tegas Kim tan yang tiba-tiba serius membuat kakaknya menangis dengan
kata-katanya yang begitu kasar selama ini kepada adiknya.
Ada saat rapat, Won
sangat takut tergantikan posisinya sebagai seorang presiden. Won tidak ingin
kehilangan hal untuk yang kedua kalinya. Saham telah dimiliki oleh adiknya dan
dia tidak boleh merebut posisinya juga. Akhirnya keputusan akhir rapat tidak
meruba sesuatu. Won tetap menjadi presiden perusahaan.
Setelah sampai di
rumah, Kim tan yang menggandeng tangan ayahnya bertemu Eu san. Kim tan pun
menganggap bahwa itulah hal yang sangat ia tunggu. Kim tan menarik tangan Eu
san dengan penuh percaya diri.
“Eu san, aku
mencintaimu” kata Kim tan membuat Eu san terkejut.
“ayah, aku akan
menjalankan saham dengan baik jika ayah mengizinkanku untuk tetap bersama Eu
san” kata Kim tan sedikit tegas kepada ayahnya karena tidak ingin dikatakan
masih anak-anak.
“hmm, baiklah. Itulah
hadiah untukmu karena selama ini aku tidak pernah memedulikan apa yang kamu
mau”kata ayahnya tanpa ekspresi.
“ayah serius?”Tanya Kim
tan.
“Tuan muda tidak akan
mengeluarkan aku dari rumah?” Tanya Eu san ingin kepastian.
“ya, saya akan
membiarkan rasa cinta kalian tubuh,” kata Ayah Kim tan sedikit tersenyum.
Kim tan dan Eu san pun
mengantar ayah Kim tan ke kamarnya. Inilah akhir dari sebuah ketikan kata per
kata. Berawal dari kata “Kim tan” dan berakhir dengan kata “bahagia bersama Eu
san”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar